Flash Info

Cara Mengatasi 'Sugar' (Oksidasi) pada Akar Las Pipa Stainless Steel

Selasa, 17 Maret 2026 13:58
Administrator
27 Lihat

 

 

Pada proses pengelasan pipa stainless steel, 'Sugar' atau granulasi adalah hasil dari oksidasi parah pada bagian dalam (akar) pipa yang terjadi karena logam cair terpapar oksigen saat suhu tinggi. Teksturnya yang kasar dan berpori menyerupai gumpalan gula hangus ini sangat rentan terhadap korosi dan dilarang keras dalam standar food grade atau tekanan tinggi. Berikut teknik-teknik untuk mengatasi dan mencegah munculnya sugar yaitu:

  1. Teknik Back Purging (Pencegahan Utama)

Back Purging yaitu teknik krusial dalam pengelasan pipa stainless steel SS304 untuk melindungi bagian dalam pipa (akar las) dari oksigen saat proses pengelasan berlangsung. Tanpa back purging, oksigen akan bereaksi dengan panas las dan menyebabkan "Sugar" (oksidasi berat berbentuk kerak hitam kasar). Langkah paling efektif untuk mencegah sugar adalah dengan menghilangkan oksigen dari dalam pipa sebelum dan selama proses pengelasan. Gunakan gas Argon murnia (99,9%) untuk mengisi bagian dalam pipa. Untuk penyegelan gunakan urging dam (sumbat) di kedua sisi area las, dan bisa menggunakan sumbat karet komersial, water-soluble paper (kertas yang larut air), atau sekadar isolasi kertas (masking tape). Pada oksigen monitor pastikan kadar oksigen di dalam pipa turun di bawah 50–100 ppm sebelum busur las dinyalakan.

  1. Pengaturan Heat Input (Input Panas)

Selain teknik back purging, pengaturan Heat Input (Input Panas) merupakan faktor penentu kedua untuk mencegah terjadinya sugar (oksidasi) pada akar las. Jika panas terlalu tinggi, gas pelindung di bagian dalam (argon) bisa gagal menahan oksidasi karena logam bereaksi terlalu agresif. Oksidasi sering terjadi karena pipa terlalu panas atau pergerakan las yang terlalu lambat. Gunakan arus listrik serendah mungkin namun tetap mendapatkan penetrasi yang sempurna. Kecepatan yang rendah menyebabkan panas menumpuk (heat buildup). Hal ini membuat area Heat Affected Zone (HAZ) menjadi lebar dan memicu kegagalan gas purging di sisi dalam. Pastikan aliran gas purging tetap mengalir sampai area las mendingin (biasanya hingga suhu di bawah 200°C).

  1. Pembersihan Mekanis (Jika Sugar Sudah Terbentuk)

Meskipun back purging dan pengaturan panas merupakan langkah pencegahan terbaik, terkadang "Sugar" tetap terbentuk akibat kebocoran gas atau kesalahan teknis. Jika kerak hitam ini sudah muncul di bagian dalam pipa SS304, Hal ini tidak boleh membiarkannya karena akan menjadi pusat korosi (karat) dan menghambat aliran fluida. Jika oksidasi sudah terlanjur terjadi, satu-satunya cara adalah menghilangkannya secara fisik karena struktur logam di area tersebut sudah rusak. Langkah yang akan dilakukan degan cara gunakan mata gerinda kecil (mounted point stone) atau kikir putar (carbide burr) untuk mengikis habis bagian yang teroksidasi hingga terlihat logam putih yang bersih. Dan gunakan sikat kawat yang hanya digunakan untuk stainless steel agar tidak terjadi kontaminasi silang dengan besi/karbon.

  1. Teknik Kimia: Pickling and Passivating

Setelah pembersihan mekanis dilakukan, permukaan stainless steel 304 seringkali kehilangan lapisan pelindung kromium oksida dan masih menyisakan kontaminasi mikroskopis. Pickling (Pengasaman) dan Passivating (Pasivasi) adalah teknik kimia esensial untuk mengembalikan daya tahan korosi dan membersihkan sisa-sisa "sugar" yang tidak terjangkau alat mekanis. Setelah dibersihkan secara mekanis, permukaan stainless steel kehilangan lapisan pelindungnya. Oleskan pasta asam (campuran asam nitrat dan fluorida) pada area bekas sugar untuk melarutkan sisa-sisa oksidasi mikroskopis. Pada proses ini akan memulihkan lapisan kromium oksida secara instan agar pipa kembali tahan karat.

  1. Penggunaan Flux Pelindung (Alternatif Tanpa Purge)

Penggunaan Flux Pelindung (Backing Flux) adalah solusi alternatif yang sangat efektif jika Anda kesulitan melakukan back purging dengan gas Argon, misalnya pada lokasi proyek yang sulit dijangkau atau untuk menghemat biaya gas. Flux ini bekerja dengan cara melindungi akar las dari udara luar secara kimiawi. Jika back purging tidak memungkinkan karena kendala akses atau biaya, salah satu cara bisa menggunakan Solar Flux. Flux berbentuk bubuk yang dicampur alkohol ini dioleskan pada bagian dalam pipa (akar las) sebelum disambung. Saat terkena panas, flux akan mencair dan membentuk lapisan pelindung sementara yang menghalangi oksigen. Namun, kekurangan dari Flux menyisakan residu (kerak kaca) yang harus dibersihkan setelah pengelasan, berbeda dengan gas Argon yang bersih total.

 

Berikut ulasan mengenai cara mengatasi 'Sugar' (Oksidasi) pada akar las pipa stainless steel. Untuk mengetahui lebih detail dan mengenai pipa stainless dan produk lainnya bisa langsung ke menghubungi distributor pipa stainless PT. Metamoa Anugerah Semesta: https://www.metamoa.co.id/ atau bisa langsung menghubungi WA team sales kami 0812-1928-1988. Terima kasih

 

PT. Metamoa Anugerah Semesta adalah distributor/ supplier besi lengkap dan harga bersaing di Jakarta, yang siap melayani pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia.

 

 

pipa stainless steel

Tinggalkan komentar

0 Komen
Order Di sini